PERIODE USAHA BISNIS WARALABA


PERIODE USAHA BISNIS WARALABA

  • Masa Saling Tertarik
Masa saling tertarik ini biasanya terjadi pada awal kerjasama terjalin sampai dengan 1 tahun pertama. Pada masa ini ditandai dengan perhatian penuh yang diberikan franchisor kepada franchisee. Biasanya franchisor memperlakukan franchisee secara istimewa. Demikian juga dengan franchisee, merasa mendapat perhatian penuh serta perlakuan istimewa, franchisee akan berusaha menjalankan bisnisnya sebaik mungkin. Sehingga hubungan antara franchisee dan franchisor akan terlihat sangat harmonis.
  • Masa Saling Menyadari Dunia Nyata
Masa saling menyadari dunia nyata ini biasanya terjadi setelah masa saling tertarik, biasanya ditandai dengan bertambahnya kesibukan dari masing-masing pihak, baik franchisee maupun franchisor. Akibatnya jalinan komunikasi antar keduanya tidak se-intens seperti ketika awal-awal kerjasama. Pada masa ini biasanya mulai terjadi konflik antara franchisee dan franchisor. Konflik yang terjadi bisa dimulai dari franchisee atau franchisor sendiri. Misalnya masalah pembayaran royalty terlambat dari franchisee, masalah dukungan pemasaran dan branding yang dirasa kurang dari franchisor atau masalah-masalah lain yang berpotensi untuk menjadi besar. Pada situasi ini, franchisor dan franchisee perlu mengevaluasi kembali alasan awal ketika membuat kerjasama. Tujuannya agar saling instrospeksi dalam memperbaiki hubungan.

  • Masa Menarik Diri
Masa menarik diri ini biasanya terjadi setelah munculnya konflik antara franchisee dan franchisor. Pada masa inilah biasanya terjadi introspeksi kedua belah pihak. Pada masa ini franchisee biasanya mulai memikirkan ulang kerjasamanya dengan franchisor, dengan pengetahuan dan pengalaman selama ini, franchisee mulai merasa bahwa tanpa keberadaan franchisor sekalipun bisnis tetap dapat berjalan baik, sehingga franchisee mulai berpikir untuk memutuskan kerjasamanya dengan franchisee.
Sebaliknya, franchisor juga mulai memikirkan ulang kerjasamanya dengan franchisee, dengan semakin membesarnya bisnis franchise yang dimiliki serta semakin kuatnya brand, franchisor mulai merasa bahwa kehilangan satu franchisee tidak akan mempengaruhi bisnis franchise secara keseluruhan. Sehingga franchisor mulai berpikir untuk memutuskan kerjasamanya dengan franchisee. Pada masa inilah titik kritis hubungan franchisee dan franchisor terjadi.

  • Masa Pendewasaan

Masa pendewasaan ini merupakan periode selanjutnya setelah periode menarik diri. Penanganan dan penyelesaian masalah yang diambil pada saat kondisi kritis hubungan franchisee dan franchisor menjadi penentu di masa pendewasaan ini. Penyelesaian masalah yang damai tentunya menjadi harapan masing-masing pihak. Oleh karena itu, biasanya pada masa pendewasaan ini baik franchisee maupun franchisor dapat berpikir ulang mengenai konflik yang terjadi, bagaimana awal mula permasalahan, apa yang diinginkan masing-masing pihak, apa yang dapat diberikan masing-masing pihak untuk penyelesaian masalah hingga apa konsekuensi yang harus ditanggung masing-masing pihak apabila kerjasama harus berakhir.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelebihan, Kekurangan & Hal yang harus diperhatikan dalam memulai usaha

MENJALANKAN USAHA WARALABA KULINER